"you can love me for who I am, or hate me for who you think I am" -Travis Garland-

Rabu, 11 Maret 2015

Keberagaman Manusia: Bahasa,Gender, Etnis, Budaya

Bahasa

Bahasa adalah sistem lambang bunyi ujaran yang digunakan untuk berkomunikasi oleh masyarakat pemakainya.Bahasa yang baik berkembang berdasarkan suatu sistem, yaitu seperangkat aturan yang dipatuhi oleh pemakainya.Bahasa sendiri berfungsi sebagai sarana komunikasi serta sebagai sarana integrasi dan adaptasi.

Secara sederhana, bahasa dapat diartikan sebagai alat untuk menyampaikan sesuatu yang terlintas di dalam hati.Namun, lebih jauh bahasa bahasa adalah alat untuk beriteraksi atau alat untuk berkomunikasi, dalam arti alat untuk menyampaikan pikiran, gagasan, konsep atau perasaan.Dalam studi sosiolinguistik, bahasa diartikan sebagai sebuah sistem lambang, berupa bunyi, bersifat arbitrer, produktif, dinamis, beragam dan manusiawi.

    Fungsi Bahasa terdiri dari :


1. Ekspresi Diri 

2. Komunikasi

3. Adaptasi & Integrasi

4. Kontrol Sosial

Gender

Gender dalam sosiologi mengacu pada sekumpulan ciri-ciri khas yang dikaitkan dengan jenis kelamin individu (seseorang) dan diarahkan pada peran sosial atau identitasnya dalam masyarakat. WHO memberi batasan gender sebagai “seperangkat peran, perilaku, kegiatan, dan atribut yang dianggap layak bagi laki-laki dan perempuan, yang dikonstruksi secara sosial, dalam suatu masyarakat.”

Konsep gender berbeda dari sex atau jenis kelamin (laki-laki dan perempuan) yang bersifat Biologis, walaupun dalam pembicaraan sehari-hari seks dan gender dapat saling dipertukarkan.Ilmu bahasa (Linguistik) juga menggunakan istilah gender (alternatif lain adalah genus) bagi pengelompokan Kata benda (nomina) dalam sejumlah bahasa.

Dalam isu LGBT, gender dikaitkan dengan orientasi seksual. Seseorang yang merasa identitas gendernya tidak sejalan dengan jenis kelaminnya dapat menyebut dirinya “intergender”, seperti dalam kasus waria.

Dalam konsep gender, yang dikenal adalah peran gender individu di masyarakat, sehingga orang mengenal maskulinistik dan femininitas Sebagai ilustrasi, sesuatu yang dianggap maskulin dalam satu kebudayaan bisa dianggap sebagai feminin dalam budaya lain. Dengan kata lain, ciri maskulin atau feminin itu tergantung dari konteks sosial-budaya bukan semata-mata pada perbedaan jenis kelamin.

Etnis

Pada awalnya istilah etnik hanya digunakan untuk suku-suku tertentu yang dianggap bukan asli Indonesia, namun telah lama bermukim dan berbaur dalam masyarakat, serta tetap mempertahankan identitas mereka melalui cara-cara khas mereka yang dikerjakan, dan atau karena secara fisik mereka benar-benar khas. Misalnya etnik Cina, etnik Arab, dan etnik Tamil-India.Perkembangan belakangan, istilah etnik juga dipakai sebagai sinonim dari kata suku pada suku-suku yang dianggap asli Indonesia. Misalnya etnik Bugis, etnik Minang, etnik Dairi-Pakpak, etnik Dani, etnik Sasak, dan ratusan etnik lainnya. Malahan akhir-akhir ini istilah suku mulai ditinggalkan karena berasosiasi dengan keprimitifan (suku dalam bahasa inggris diterjemahkan sebagai ‘tribe’), sedangkan istilah etnik dirasa lebih netral.Istilah etnik sendiri merujuk pada pengertian kelompok orang-orang, sementara etnis merujuk pada orang-orang dalam kelompok. Dalam buku ini keduanya akan digunakan secara bergantian tergantung konteksnya.

Dalam Ensiklopedi Indonesia disebutkan istilah etnik berarti kelompok sosial dalam sistem sosial atau kebudayaan yang mempunyai arti atau kedudukan tertentu karena keturunan, adat, agama, bahasa, dan sebagainya.Anggota-anggota suatu kelompok etnik memiliki kesamaan dalam hal sejarah (keturunan), bahasa (baik yang digunakan ataupun tidak), sistem nilai, serta adat-istiadat dan tradisi.

Menurut Frederich Barth (1988) istilah etnik menunjuk pada suatu kelompok tertentu yang karena kesamaan ras, agama, asal-usul bangsa, ataupun kombinasi dari kategori tersebut terikat pada sistem nilai budayanya. Kelompok etnik adalah kelompok orang-orang sebagai suatu populasi yang :

    Dalam populasi kelompok mereka mampu melestarikan kelangsungan kelompok dengan berkembang biak.

    Mempunyai nila-nilai budaya yang sama, dan sadar akan rasa kebersamaannya dalam suatu bentuk budaya.

    Membentuk jaringan komunikasi dan interaksi sendiri.

    Menentukan ciri kelompoknya sendiri yang diterima oleh kelompok lain dan dapat dibedakan dari kelompok populasi lain.

Definisi etnik diatas menjelaskan pembatasan-pembatasan kelompok etnik yang didasarkan pada populasi tersendiri, terpisah dari kelompok lain, dan menempati lingkungan geografis tersendiri yang berbeda dengan kelompok lain. Seperti misalnya, etnik Minang menempati wilayah geografis pulau Sumatera bagian barat yang menjadi wilayah provinsi Sumatera Barat saat ini dan beberapa daerah pengaruh di provinsi sekitar.Lalu etnik Sunda menempati wilayah pulau jawa bagian barat.Dan etnik Madura menempati pulau madura sebagai wilayah geografis asal.

 Budaya

Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi.Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk system agama dan politik, adat istiadat, politik, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni.Bahasa, sebagaimana juga budaya, mrupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis.Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu di pelajari.

 Budaya adalah suatu pola hidup menyeluruh.Budaya bersifat kompleks, abstrak, dan luas.Banyak aspek budaya turut menentukan perilaku komunikatif.Unsur-unsur sosio budaya ini tersebar dan meliputi banyak kegiatan social manusia.

 Kebudayaan dalam pandangan sosiologi:

 1.      Keseluruhan (Total) atau pengorganisasian way of life termasuk nilai-nilai, norma-norma, instirusi, dan artifak yang dialihkan dari satu generasi kepada kenerasi berikutnya melalui proses belajar ( Dictionary Of Modern Sociology)  

2.      Francis Menrill mengatakan bahwa kebudayaan adalah:

·         Pola pola prilaku yang dihasilkan oleh interaksi social

·         Semua prilaku dan semua produk yang dihasilkan oleh seseorang sebagai anggota suatu masyarakat yang ditemukan melalui interaksi simbolis

3.Bounded Et.al (1998), Kebudayaan
adalah sesuatu yang terbentuk oleh pengembangan dan transmisi dari kepercayaan manusia melalui symbol symbol tertentu, misalnya symbol bahasa sebagai rangkaian symbol. Yang digunakan untuk mengalihkan keyakinan budaya diantara para anggota suatu masyarakat. Pesan pesan tentang kebudayaan yang diharapkan dapat ditemukan didalam media, pemerintahan, institusi agama, system pendidikan semacam itu

4. Mitcell (ed) dalam Dictionary Of Soriblogy Mengemukakan, Kebudayaan adalah sebagaian dari perulangan keseluruhan tindakan atau aktifitas manusia ( dan produk yang di hasilkan manusia ) yang telah memasyarakat secara social dan bukan sekedar di alihkan secara genetikal.

Sumber:

diunduh dari http://echanfebriharvandha.blogspot.com/2012/10/pengertian-bahasa-fungsi-bahasa.html Pada tanggal 09 Maret 2015 Pukul 19.20 WIB 

diunduh dari https://gebrielleizious.wordpress.com/2012/06/07/pengertian-gender-ras-dan-etnis/  Pada tanggal 09 Maret 2015 Pukul 19.50 WIB

diunduh dari http://menarailmuku.blogspot.com/2012/12/pengertian-budaya.html Pada tanggal 09 Maret 2015 Pukul 21.05

1 komentar: